Timika, Antarpaua.com – Pasca penetapan hasil Rekapitulasi situasi di depan Graha Eme Neme Yauware, Rabu (6/3) malam makin memanas, aparat bubarkan massa dan padamkan api dari aksi bakar ban oleh massa, yang menolak hasil pleno tingkap PPD Tembagapura.
Massa yang menolak hasil pleno yang diimbau untuk bubarkan diri dan kembali ke rumah tidak diindahkan, akhirnya dipukul mundur dengan air yang disemprotkan dari kendaraan watercanon, memadamkan api dan membubarkan konsentrasi massa.
Massa akhirnya sedikit menjauh dari pintu Gerbang Eme Neme Yauware dan bergeser tidak jauh menuju ke arah Bundaran Timika Indah. Sambil mundur namun massa tetap menyuarakan, agar pleno penetapan distrik Tembagapura dibatalkan.
“Penuh dengan kecurangan dalam Pemilu di Tembagapura, banyak suara dari Caleg kami dihilangkan. PPD Tembagapura harus bertanggungjawab kembalikan suara asli di lapangan. Masa ada Caleg yang tidak ada suara kok bisa banyak,”teriak massa yang masih bertahan tidak jauh dari pintu masuk Graha Eme Neme Yauware.
Dari pantauan di lapangan, aparat terus bersiaga di depan pintu Eme Neme Yauware, dengan membentuk barikade dan kendaraan watercanon di standby-kan di gerbang Gedung Eme Neme Yauware.
Kabag Ops Polres Mimika Kompol Yunan Plitomo mengatakan, untuk mengantisipasi, pihaknya melakukan upaya pendekatan terhadap masyarakat yang mana, massa melakukan pencegatan terhadap kendaraan yang lewat kemudian aksi bakar ban.
“Namun kita berhasil padamkan api dan mengimbau kepada massa agar masing masing bisa menjaga diri, sehingga tidak terjadi bentrokan antara massa dengan aparat keamanan,”ungkap Kabag Ops Polres Mimika Kompol Yunan Plitomo pada ssat diwawancarai, Rabu (7/3) malam.
Untuk penambahan pasukan, Kata Kabag Ops Polres Mimika, tidak ada lagi, yang terlibat di gedung adalah pasukan yang menjaga pleno terbuka selama ini.