Bangkai Babi yang Terserang Virus ASF Dilarang Buang di Sungai

Antar Papua
Lokasi milik Pemda Kabupaten Mimika yang digunakan untuk mengubur ternak babi yang mati terserang virus ASF di Mimika. (FOTO: Dok/Antarpapua.com)

Timika, Antarpapua.com – Bangkai ternak babi yang mati terserang virus African Swine Fever (ASF) dilarang dibuang sungai, karena hal tersebut akan membuat penyebaran virus ASF semakin meluas.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak buang. Jangan buang bangkai babi sembarang tempat apalagi di kali (Sungai). Karena lalat dan burung yang makan bangkai babi tersebut bisa membawa virus tersebut menyebar kemana mana,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Mimika, drh Sabelina Fitriani di Timika, Senin (26/2/202).

Baca Juga |  Distrik Miru dan Wania Masuk Zona Merah Penyebaran ASF, 5.000 Serum Konvalesen Akan Dibagikan

Sabelina mengimbau kepada peternak babi di Mimika, agar menguburkan ternak babi di lokasi yang telah disediakan oleh Pemda Mimika.

“Pemerintah sudah mengupayakan untuk melakukan penguburan untuk memutuskan mata rantai penyebaran ASF ini. Tetapi kalau masyarakat masih buang ini tidak akan habis-habis karena tidak ada vaksinnya,”kata Sabelina.

Cek juga berita-berita Antarpapua.com di Google News