Bank Papua Bakal Gelar Pasar Murah Digital di Pasar Sentral Timika Selasa Mendatang

Antar Papua
Dua orang Koordinator Kegiatan Pasar Digital Digital Bank Papua, Asty Mansnandifu dan Evi Yane Jarollo, saat ditemui di kantor Bank Papua, Jl. Yos Soedarso, samping lampu merah, Sabtu (8/4/2023), (Foto: Wahyu/APN)

Timika, APN – Bank Papua Cabang Timika bakal menggelar kegiatan Pasar Murah Digital bersama masyarakat dan pedagang di Pasar Sentral Timika pada Selasa, 11 April 2023 mendatang.

Koordinator Pasar Murah Digital Bank Papua, Evi Yane Jarollo mengungkapkan, kegiatan berlangsung selama tiga hari dan akan melibatkan 50 mitra Bank Papua di Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika, juga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk proses Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Dinas Dukcapil Kabupaten Mimika untuk KTP elektronik.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya para pedagang yang merupakan mitra Bank Papua tentang metode transaksi pembayaran digital (non tunai) dengan menggunakan aplikasi QRIS Bank Papua,” jelas Evi saat ditemui APN di kantornya, Sabtu (8/4/2022).

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, Bank Papua juga mendorong pemerintah agar meningkatkan digitalisasi sehingga mewujudkan visi dan misi Buapti dan Wakil Bupati dalam menjadikan Mimika sebagai Smart City.

“Kita mengajak semua nasabah bahkan masyarakat Mimika untuk belajar menggunakan pembayaran non tunai, kita tidak tau beberapa tahun kedepan tidak diperlukan lagi uang fisik dengan adanya digitalisasi yang sedang berkembang,” terang Evi.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh antarpapuanews.com beberapa waktu lalu, banyak dari para pedagang yang masih belum bersedia menggunakan sistem pembayaran digital dengan alasan transaksi yang digunakan dengan metode tersebut terkadang tidak berjalan mulus dan masih mengalami banyak kendala.

Selain pedagang, banyak juga masyarakat yang masih ragu-ragu melakukan transaksi pembayaran melalui barcode QRIS. Kendati demikian, pihak Bank Papua memiliki strategi tersendiri yang diklaim mampu menjawab seluruh keluhan para pedagangaupun masyarakat.

“Dengan seperti ini kita mengedukasikan, memberikan pengetahuan kepada setiap pedagang yang memang awal agak susah, tapi semakin kesini kita terus turun, lama-lama pedagang itu melihat kanan kiri sudah pake QRIS kemudian mulai tertarik, itu juga yang kita pengalaman di pasar kuliner seperti itu,” terang Asty Mansnandifu, yang juga merupakan salahsatu koordinator kegiatan tersebut.

Asty menambahkan, QRIS Bank Papua sendiri dinyatakan sangat efektif sebab setiap transaksi dengan menggunakan QRIS Bank Papua, nominal yang dibayarkan masuk tepat waktu.

Selain itu, keuntungan lainnya apabila melakukan transaksi dengan menggunakan QRIS tidak terdapat biaya admin ataupun bentuk pungutan biaya lainnya.

“Kalau untuk pedagang seperti di pasar kuliner itu tidak ada potongan biaya, kecuali pedagang kecil sampai menengah itu ada potongan biaya sebesar 0,6 persen,” paparnya.

Sementara itu, kegiatan yang berlangsung hingga 13 April 2023 ini akan dirangkaikan dengan HUT Bank Papua yang diwarnai doorprize, dan juga sejumlah kegiatan menarik lainnya.

Ada juga paket sembako yang dijual murah oleh panitia seharga Rp 40 ribu yang berisikan 5 kilogram beras, minyak goreng dan 10 butir telur. Paket sembako ini dapat diboyong dengan syarat masyarakat harus membuka rekening Bank Papua, mobile banking Bank Papua, dan SMS Banking agar dapat membeli paket murah tersebut.

“Dan pembeli di tiap kedai dikenakan diskon 20 persen setiap kali pembelian diatas Rp 50 ribu di setiap kedai yang ada barcode QRIS Bank Papua, tapi harus bayar non tunai karena memang temanya Pasar Murah Digital,” pungkasnya.

Penulis: WahyuEditor: Sani