Curah Hujan Tinggi, Lapak Pedagang Pasar Sentral Timika Sepi Pembeli

Antar Papua
Suasana Pasar Sentral di musim hujan. (Foto: Lyddia Bahy/Antarpapua.com)

Timika, Antarpapua.com – Curah hujan tinggi di Mimika, Papua Tengah berdampak pada sepinya pembeli di Pasar Sentral Timika.

Akibat curah hujan mengakibatkan harga beberapa sayuran naik disusul dengan gagal panen milik petani.

Karnoto seorang pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Sentral mengatakan,harga-harga di pasar masih blm stabil kadang naik kadang turun.

“Cuaca akhir-akhir ini tidak stabil menyebabkan pembeli tidak ramai seperti hari biasanya dan bahkan ada beberapa barang mengalami kenaikan harga,” kata Karnoto kepada Antarpapua.com, Selasa (6/8/2024).

Baca Juga |  Jual Bibit Ikan Air Tawar, Wawan Raup Puluhan Juta Rupiah

Ia mengatakan, harga paling terasa itu sayur-sayuran seperti kangkung misalnya yang dulu tiga ikat Rp 5.000 sekarang menjadi 1 ikat Rp 5.000.

Sementara bahan lain seperti lombok,minggu lalu masih Rp 130.000 per kilo tapi sekarang turun harga menjadi Rp 100.000 per kilo, bawang putih, bawang merah, tomat dan bumbu-bumbu lainnya masih di harga normal.

“Sepi sekali kalau hujan. Apabila cuaca bagus ramai pengunjung,” katanya.

Menurutnya, harga bahan kebutuhan pokok kadang naik kadang turun sehingga ada beberapa jenis sayuran terpaksa didatangkan dari luar Papua seperti kol dan sawi putih.

“Di Timika sendiri kadar airnya terlalu tinggi sehingga tidak bertahan lama apabila kami kirim ke luar Timika seperti Agats dan Yahukimo,” ujarnya.

Baca Juga |  Songsong HUT ke-79 RI, Pemda Mimika Adakan Pasar Murah

Karnoto sendiri selain jualan di pasar ia juga sebagai distributor ke pedagang keliling.

“Walaupun harga yang tidak stabil ini tapi menurut saya masih bisa diatasi,” ucapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Disperindag dan Dinas Pertahanan Pangan yang telah membantu memberi support untuk diselenggarakan pasar murah.

“Ini sangat membantu kami untuk menentukan harga biar tidak meningkat tajam sehingga masyarakat pun tidak mengeluh,” ungkapnya. (Lyddia Bahy)

Cek juga berita-berita Antarpapua.com di Google News