Harga Pangan Mulai Melonjak Jelang Tahun Baru, Cabai Rawit Tembus Rp 90 Ribu per Kg

Antar Papua
Suasana Pasar Sentral jelang Tahun Baru 2025, (Foto: Lyddia Bahy/Antarpapua-com.)

Timika, Antarpapua.com – Empat hari sesudah hari raya Natal dan menjelang tahun baru 2025, harga sejumlah bahan pangan di pasar Sentral, menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan.

Lonjakan ini terutama terjadi pada komoditas bawang, cabai, tomat dan minyak goreng. Minyak goreng merk Minyak Kita yang sebelumnya Rp. 14 ribu/liter, sekarang sudah beberapa kali naik hingga Rp. 20 ribu/liter saat ini.

Kenaikan harga di pasar Sentral juga terjadi pada bawang merah dan putih, cabai rawit dan keriting. Salah satu pedagang sayur, Tini (45) menyebut kenaikan harga bahan pokok ini sudah mulai terlihat sejak beberapa Minggu jelang Natal.

Baca Juga |  Harga Naik Turun, Sepi Pengunjung, Omzet Pedagang Kecil Pasar Sentral Miris

Khusus untuk bawang merah dan putih, Tini menjual di kisaran harga Rp. 60 ribu/kilo yang sebelumnya di harga Rp.45 ribu untuk bawang merah, sementara bawang putih dibandrol dengan harga Rp.55 ribu/kilo yang sebelumnya dijual dengan harga Rp.45 ribu/kilo.

Hal yang sama juga terjadi pada harga cabai rawit yang naik menjadi Rp.90 ribu/kilo yang sebelumnya dijual dengan Rp.60 ribu/kilo, begitu juga dengan cabai keriting naik menjadi Rp.60 ribu/kilo dari harga sebelumnya Rp.40 ribu.

Sementara harga tomat yang sebelumnya Rp.20 ribu/kilo naik menjadi Rp.30 ribu/kilo, ucap Tini kepada Antarpapua.com saat ditemui usai melayani pembeli, Sabtu (28/12/2024) di pasar Sentral.

” Bulan Desember memang harga selalu naik, biasanya kalau mau Natal,” ucap Tini.

Baca Juga |  Pengaspalan Parkiran Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika Terkendala Cuaca

Semua kebutuhan pangan, menurut Tini rata-rata mengalami kenaikan. Namun ia mengaku belum mengetahui alasan pasti kenaikan harga-harga tersebut.

” Saya sebagai pedagang eceran menyesuaikan saja harga yang ada di agen tempat dimana saya mendapatkan komoditas tersebut.”

Kendati harga-harga pada naik, namun masyarakat tetap datang membeli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari walau tak seramai kemarin sebelum beberapa hari menjelang Natal.

” Biasanya setiap tahun jelang Natal hingga Tahun Baru harga naik, nanti kembali normal di awal tahun lagi,” terang Tini. (Lyddia Bahy)

Cek juga berita-berita Antarpapua.com di Google News