Hingga September Dukcapil Sudah Cetak 29 Ribu KTP

Antar Papua
Komisi A DPRD Kabupaten Mimika saat melakukan kunjungan pengawasan kekantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika, Senin (23/10)

Timika, Antarpapua.com – Dinas Dukcapil Mimika, menyampaikan hingga September sudah mencetak 29 ribu keping KTP, hal ini disampaikan kepada Komisi A DPRD Kabupaten Mimika saat melakukan kunjungan pengawasan kekantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika, Senin (23/10). Rombongan komisi A diterima oleh Kepala Dukcapil, Slamet Sutejo, S.STP beserta staf.

Slamet menjelaskan anggaran Dukcapil tahun 2023 di APBD Induk sebesar Rp.39 Miliar, pekerjaan fisik ada 17, Dukcapil biasanya hanya mengelola 19 M yang sebagian besar digunakan untuk gaji pegawai. Sedangkan serapan anggaran di Dinas yang dipimpinnya baru mencapai 55 persen, namun menurutnya sebagian kegiatan sudah selesai.

“Serapan masih 55 persen dikarenakan pekerjaan fisik terutama pembangunan kantor belum selesai, tagihannya, sementara dalam proses termin ketiga, kalau sudah dibayarkan, serapan anggaran bisa mencapai 70 persen” katanya.

“Sedangkan realisasi fisik mencapai 65 persen, kami optimis 4 november selesai, untuk kegiatan-kegiatan yang lain sudah terealisasi semua,” lanjutnya.

Baca Juga |  Dukcapil Mimika Siap Laksanakan, Sistem KTP-el Digital

Terkait Anggaran perubahan, Dukcapil mendapatkan tambahan anggaran Rp.6,6 M, kebanyakan kegiatan sosialisasi dan pengadaan peralatan dikantor baru. Berapapun anggaran yang diberikan pemerintah Daerah akan kami maksimalkan, kata Slamet.

Sementara untuk progres perekaman KTP, total sebanyak 73 persen sudah terlayani dari jumlah penduduk, “kita terus memberikan pelayanan kesekolah-sekolah, dengan melakukan penjemputan bola melakukan perekaman ktp.

Terkait pelayanan di Distrik masih terkendala dengan jaringan, kita akan maksimalkan di 2024 katanya.

“Kemarin kita sudah mencetak 29 ribu keping KTP, perekaman di Oktober ada 4.400 data. Target kita diatas 5.000 dan itu selalu terpenuhi. Yang penting permudah layanannya dan perbanyak loket” kata Slamet.

Untuk pemilu, pencoblosan menggunakan KTP atau kartu keluarga, yang belum ada ktp tapi sudah berusia 17 tahun sebenarnya sudah masuk DPT di KPU karena dikartu keluarga sudah ada Nomor Induk.

Wakil ketua komisi A Nathaniel Murib mengapresiasi pelayanan Dinas Dukcapil, menurutnya Dinas Dukcapil sekarang lebih baik pelayanannya kepada masyarakat.

Baca Juga |  Pelayanan Adminduk di Pedalaman Dihentikan Sementara

“Dulu itu ratusan orang ribut kalau mau urus KTP, masyarakat numpuk, antri lama baru terlayani, sekarang sudah pakai sistem online disemua titik, jadi dia tidak perlu mengeluarkan biaya baik taksi, mobil, perahu untuk sampai kesini, inikan sudah sangat luar biasa. ini sangat membantu masyarakat kita” kata Murib.

Murib juga mengingatkan tim anggaran untuk menaikkan anggaran Dukcapil agar pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal.

(Penulis : Anis | Editor : Sianturi)

Cek juga berita-berita Antarpapua.com di Google News