Hutan dan Manfaatnya

Antar Papua
(Foto: Internet)

Antarpapua.com – Hutan termasuk sebagai sebuah ekosistem yang banyak dimanfaatkan pun tak bisa terhindar dari kepunahan. Dapat kita bayangkan, berapa banyak jumlah pohon-pohon di hutan yang harus rela ditebang untuk membuka jalur transportasi, pemukiman, pabrik industri dan gedung-gedung megah di area metropolitan?

Apa itu Hutan ?

Hutan adalah sebuah lahan lapang yang didominasi oleh pepohonan yang banyak dan menjadi tempat tinggal bagi binatang, tumbuhan, dan organisme lainnya. Meski sudah familiar dengan kata hutan, namun masih banyak juga yang belum memahami jenisnya yang beragam.

Hutan terdiri dari berbagai jenis yang dibedakan berdasar fungsi ataupun cirinya. Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki banyak kawasan hutan. Di antara banyak ragam fungsi hutan, tak ketinggalan juga fungsi hutan sebagai sumber penghidupan bagi manusia. 

Hal ini membuat hutan berfungsi tidak hanya sebagai sumber oksigen, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian. Sebagai sebuah kawasan yang kompleks, tentu saja hutan juga memiliki berbagai macam definisi.

Agar lebih memahami mengenai keberadaan hutan, maka berikut ini adalah pengertian hutan menurut berbagai ahli dan bidang.

1. Pengertian Hutan Menurut Ahli Ekologi

Hutan adalah komunitas tumbuhan yang terdiri dari berbagai macam jenis pohon yang tumbuhnya secara bersama-sama dengan susunan yang berjajar rapat. Pepohonan yang tumbuh berjajar dan bersamaan itu membentuk sebuah penutupan pepohonan.

Tumbuhan yang ada di hutan juga memiliki banyak ragam. Baik dari segi struktur, kelas, umur, dan jenisnya. Namun semuanya saling berkaitan dalam satu ekosistem. Selain itu, hutan juga terdiri dari sungai, padang rumput, satwa liar dan lain sebagainya. 

Namun ada juga hutan yang memang sengaja dibentuk atau tidak terjadi secara alami. Seperti hutan kota, hutan lindung, hutan industri, dan lain-lain.

2. Pengertian Hutan Menurut Food and Agriculture Organization (FAO)

Sementara itu, menurut FAO, hutan adalah sebuah lahan luas terhampar yang lebih dari 0,5 hektar. Lahan tersebut ditumbuhi dengan pepohonan yang tingginya lebih dari 5 meter sementara lebih dari 10 persennya membentuk kanopi. 

Hutan juga ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan lokal yang memang tumbuh subur secara alami. Ketinggian pohon-pohon itu juga mencapai 5 meter. Selain itu, jika ada lahan pertanian yang dibuat di perkotaan maka tidak masuk ke kategori hutan.

3. Pengertian Hutan Menurut Undang Undang Nomor 24 Tahun 1999

Pada Pasal 1 UU No 24 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, berikut ini adalah pengertiannya. Kawasan hutan merupakan wilayah yang ditunjuk atau sudah ditetapkan oleh pemerintah agar terus dipertahankan eksistensinya sebagai hutan tetap. Sementara hutan adalah kesatuan ekosistem yang berwujud hamparan luas berisikan sumber daya alam hayati. Hamparan tersebut didominasi oleh pepohonan dalam satu alam lingkungan yang tidak terpisahkan. Sementara itu kehutanan merupakan sistem yang mengelola hutan dan hasil hutan dengan cara-cara yang terpadu.

Baca Juga |  Pola Asrama, Solusi Pendidikan di Pesisir dan Pedalaman

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan luas hutan terbesar karena 52,1% atau sekitar 94.432.000 hektare Indonesia berhutan, di mana sekitar 50,0% (47.236.000) diklasifikasikan sebagai hutan primer yang terdiri dari keanekaragaman hayati dan bentuk hutan padat karbon.

Indonesia diketahui memiliki 3.305 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil yang diketahui hidup di hutan tersebut. Deforestasi adalah salah satu masalah utama Indonesia dan pihak berwenang perlu bekerja untuk konservasi dan pelestarian spesies tersebut.

Manfaat Hutan

Hutan sebagai sebuah ekosistem alami yang menyediakan banyak sumber daya alamnya, tentu membawa banyak manfaat baik bagi setiap kehidupan di muka bumi. Tidak hanya manusia saja, bahkan hewan dan tumbuhan itu sendiri juga saling menghasilkan sebuah sistem simbiosis mutualisme yang menguntungkan satu sama lain.

1. Menghasilkan Oksigen untuk Bernapas

Pepohonan yang terdapat di hutan mengalami proses fotosintesis yang akan menghasilkan oksigen bersih untuk bernapas semua makhluk hidup. Dengan adanya hutan sebagai sebuah kelompok ekosistem, akan memberikan lebih banyak oksigen ke udara, sehingga manusia, hewan, dan makhluk hidup lainnya dapat menghirup oksigen bersih.

Satu batang pohon dewasa mampu menghasilkan pasokan oksigen yang cukup untuk 2 hingga 10 hari. Oleh sebab itu, inilah mengapa hutan menjadi paru-paru dunia yang amat penting dan tidak boleh dimusnahkan.

2. Membersihkan Udara

Pernahkan kamu menyadari mengapa daerah yang lebih banyak pepohonannya terasa lebih sejuk? Hal ini dikarenakan selama proses fotosintesis pohon juga membutuhkan karbondioksida, untuk menghasilkan oksigen baru yang bersih. Sehingga di sekitaran area hijau akan cenderung lebih dingin dan sejuk karena emisi karbon dioksida tidak banyak.

Dedaunan yang ada pada pohon-pohon di dalam hutan juga mampu menyerap karbondioksida dan berbagai polutan lain. Sebuah pohon besar saja sudah bisa membantu membersihkan udara di sekitarnya, apalagi hutan mampu membersihkan udara dalam skala lebih besar lagi, mendinginkan bumi dan mengurangi pemanasan global.

3. Melawan Banjir dan Tanah Longsor

Ekosistem hutan juga menjadi daerah resapan air yang paling baik. Sehingga daerah yang memiliki hutan akan jauh lebih jarang terkena banjir daripada daerah lain yang tidak memiliki resapan air.

Akar-akar pohon yang kuat di dalam hutan membantu menahan hujan bahkan dalam debit air yang tinggi sekalipun. Maka hutan tidak hanya membantu melawan banjir, tapi juga mengurangi kemungkinan tanah longsor.

Baca Juga |  Dewan Siap Awasi Pendidikan di Mimika

4. Menyimpan Air Tanah

Tanah yang berada dibawah hutan memiliki daya resap yang sangat besar, sehingga semua air yang jatuh ke tanah, baik itu air hujan atau embun dan air lainnya akan menyerap ke tanah. Semua air yang mengalir ke akar-akar pohon akan disimpan di dalam tanah, sehingga dapat digunakan kembali oleh pohon dan makhluk hidup lain di atasnya.

5. Menghasilkan Makanan untuk Semua Makhluk Hidup

Sebagai salah satu ekosistem yang cukup kompleks, hutan tidak hanya bermanfaat secara alami sebagai pemasok oksigen terbesar saja. Namun banyaknya ragam tumbuhan dan pohon yang ada di dalam hutan juga mampu menghasilkan makanan bagi para penghuninya.

Mulai dari buah-buahan dari berbagai jenis pohon, biji-bijian , jamur dan dedaunan yang menjadi makanan pokok bagi binatang, bahkan manusia. Tak hanya makanan saja, di dalam hutan juga memungkinkan kamu untuk menemukan berbagai tanaman obat yang bisa menyembuhkan penyakit.

6. Memenuhi Kebutuhan Manusia

Bagi manusia sendiri, kehadiran hutan sebenarnya memberikan dampat yang amat signifikan. Jika di masa lampau hutan menjadi tempat manusia berlindung dari angin, hujan, hingga dapat menciptakan rumah dan membangun peradaban.

Jadi, saat ini hutan juga masih menjadi penghasil bahan bangunan seperti kayu, yang kemudian dimanfaatkan untuk berbagai hal, mendaur ulangnya juga membuat manusia mampu menghasilkan kertas, tekstil dan lain sebagainya.

Hutan secara alami juga menjadi tempat bagi banyak tumbuhan yang layak dikonsumsi oleh manusia, serta memudahkan kita untuk menemukan hewan untuk bahan perburuan. Saat ini mungkin kehadiran hutan juga mempermudah manusia untuk mencari makanan bagi hewan ternak mereka.

Sebab itu perlu untuk melestarikan hutan yang ada. Misalnya dengan menanam pohon dan tumbuhan, memperbanyak area hijau, hingga mengurangi penggunaan bahan yang tidak ramah lingkungan. Seperti dalam pepatah, sedikit-dikit, lama-lama akan menjadi bukit. Buat perubahan kecil bersama, sayangi alam, demi kehidupan sehat dan sejahtera kelak. (*)