Mimika  

Kasus DBD Sudah Menurun, Masyarakat Dihimbau Tetap Waspada

Antar Papua
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin, (Foto: Lyddia Bahy/Antarpapua.com)

Timika, Antarpapua.com – Demam berdarah Dengue dan Malaria merupakan dua masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Pasalnya hingga Oktober 2024 total angka Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mimika 1214 kasus.
Dengan angka kasus DBD tertinggi pada Puskesmas Pasar Sentral sebanyak 287 kasus, Puskesmas Wania 272 kasus, Puskesmas Timika 247 kasus dan kasus DBD terendah yaitu 1 kasus di Puskesmas Atuka.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin kepada wartawan Antarpapua.com di sela-sela kegiatan di Hotel Grand Tembaga, Jumat (25/10/2024).

Kamaludin mengungkapkan kasus DBD beberapa bulan terakhir justru mengalami penurunan yang biasanya meningkat pada awal tahun.

Baca Juga |  Per Februari 2024, Puskesmas Mapurujaya Temukan 5 Kasus DBD

Hal ini biasanya dipengaruhi faktor cuaca. Yang mana pada awal tahun ketika musim hujan angka DBD naik dan ketika memasuki akhir tahun saat musim panas dan tidak ada genangan air kasus DBD juga turun.

” Beberapa bulan terakhir kasus DBD ini turun drastis. Kadang dalam satu Minggu tidak ada kasus sama sekali. Tapi kalau Minggu ini terdapat satu kasus,” ujarnya.

Adapun penyebaran DBD ini hampir terjadi di seluruh daerah dan paling banyak terjadi di kota.

Oleh karena itu, perlu kewaspadaan dini dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan seperti menutupi genangan air , tampungan air dikuras seminggu sekali demi mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

” Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan peduli tentang kebersihan lingkungan agar tidak terjadi lonjakan angka DBD ini,” harap Kamaludin.

Baca Juga |  Kasus DBD Marak, Legislator Komisi C Desak Dinkes Rutin Lakukan Fogging

Upaya dari Dinas Kesehatan pun sudah dilakukan seperti pelayanan rutin dan promosi dengan rutin melakukan fogging dan ketika ada kasus ditangani dan diperiksa. Walaupun sudah ada upaya dari pemerintah namun masyarakat tetap dihimbau untuk memberi perhatian khusus terhadap kasus DBD dengan memperbaiki perilakunya.

” Kita siap membantu dari segi pelayanan, dan kita harapkan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar sehingga angka DBD di Kabupaten Mimika dari hari ke hari mengalami penurunan begitu juga dengan angka malaria,” tandasnya. (Lyddia Bahy)

Cek juga berita-berita Antarpapua.com di Google News