KPU Mimika Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2024

  • Bagikan
Para peserta saat mengikuti simulasi pemungutan suara dan penghitungan surat suara di Graha Eme Neme Yuaware, Rabu (24/01/2024). (Foto: Antarpapua.com/Marsel Balawanga)

Timika, Antarpapua.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Mimika, menggelar simulasi pemungutan suara dan penghitungan surat suara.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (24/01/2024) ini dihadiri oleh perwakilan 18 Parpol, Forkopimda dan TNI-Polri.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika melalui Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Mimika, Alfasiah, dalam sambutannya mengatakan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara merupakan kegiatan yang dinanti-nantikan oleh semua pihak, termasuk oleh Kesbangpol Kabupaten Mimika.

“Kami selaku pemerintah terus mendukung seluruh rangkaian kegiatan dari pelakasana Pemilu dan Pemilukada tahun 2024, mulai dari tahapan awal, pelaksanaan dan setelah pelaksanaan,”kata Alfasiah.

Ia menegaskan, bahwa kegiatan Pemilu merupakan kegiataan nasional dan bukan hanya menjadi penanggung jawab penyelenggara yaitu KPU dan Bawaslu, tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah dan seluruh stakeholder dan masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika.

“Kita tidak ingin penyelenggaranya siap, pemerintahnya siap namun masyarakatnya kurang siap,”kata Alfasiah.

Baca Juga |  KPU Mimika Terima 575 Bacaleg Dari 18 Parpol, Berikut Rincianny

Ia menambahkan Kesbangpol Mimika sejak tahun 2023 bersama KPU dam Bawaslu Mimika, telah melakukan sosialisasi Pemilu di hampir 18 distrik di Kabupaten Mimika.

“Lebih lengkap rasanya dilakukan dengan simulasi. Setelah kegiatan ini selesai, kiranya kita semua membagikan informasi simulasi ini dengan baik dan jelas kepada masyarakat kita. Suksesnya Pemilu bukan pada saat persiapan dan pelaksanaan, tetapi bagaimana partisipasi masyarakat di dalam pelaksanaan Pemilu,”sambung Alfasiah.

Sementara itu Ketua KPUD Mimika, Luther Beanal, dalam sambutannya pada acara tersebut menegaskan, bahwa Pemilu tahun ini sangat berbeda dengan Pemilu di tahun-tahun sebelumnya.

Oleh karena ini penting untuk dilakukan simulasi kepada masyarakat, agar nantinya saat hari pencoblosan masyarakat sudah memahami mekanisme dan tata cara pemilihan di TPS.

“Simulasi ini agak beda sedikit dengan dulu, karena simulasi ini agak ketat. Pencoblosan dan pemungutannya agak beda dengan tahun-tahun sebelumnya,”kata Luther.

Selain itu yang ditekankan dalam simulasi tersebut adalah pemilih wajib membawa atau menunjukkan e-KTP. Pasalnya, form c pemberitahuan hanya sebagai undangan bagi pemilih, dan itu tidak menjadi dasar agar bisa ikut memilih.

Baca Juga |  KPU Mimika Terima 4 Tanggapan Masyarakat Pada DCS Bacaleg

” Kenapa saya bilang beda, karena sebelum masuk ke TPS itu wajib tunjukkan e-KTP sebab sekarang pencoblosannya pakai E-KTP,”ungkapnya.

Jika ada yang tidak terdaftar namanya dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), itu tidak punya hak untuk ikut mencoblos.

“Maka seluruh petugas KPPS yang sudah ditugaskan itu harus cek baik-baik,”kata Luther.

(Penulis : Marsel Balawanga | Editor : Sianturi)

  • Bagikan