Mengenal WBFC Mimika, Pemenang Liga 3 Papua 2023

  • Bagikan
Tim WBFC dan jajaran pelatih. (IST HUMAS WBFC MIMIKA FOR ANTARPAPUA.COM)

Timika, Antarpapua.com– Waanal Brothers FC (WBFC) sebuah club sepakbola asal Kabupaten Mimika yang didirikan Four Brothers (Ray, Joe, Jason, Randy Manurung) yang lahir besar di Tembagapura, Kabupaten Mimika. Kedua orang tua Four Brothers merupakan Pendeta yang menggembalakan sidang GPdI Kalvari di Jalan SP 3 Timika.

Di bawah management Four Brothers, WBFC mampu menjadi Jawara Liga 3 zona Papua 2023, yang kemudian membawa club ini mewakili Papua di seri Nasional Bulan April tahun 2024 bersama Persipani Paniai.

Adapun tantangan ke depan yang dihadapi adalah menjuarai Liga 3 seri nasional dan naik ke liga 2 hingga liga 1. Seharusnya bukan hal yang sulit bagi WBFC untuk menembus liga 2 dan liga 1, jika dilihat dari persiapan dan sejarah berdirinya club tersebut. Namun yang paling dibutuhkan di sini adalah konsistensi.
WBFC memang baru berumur 2 tahun dalam keikutsertaannya di Liga 3, namun club ini berdiri dengan sejarah dan visi yang baik.

Tahun 2018, Ray Manurung ditunjuk oleh Kemenpora sebagai manager team nasional (Timnas) pelajar U-15, dan turnamen yang ikuti adalah IBER CUP Portugal. Dalam ajang tersebut, Timnas Pelajar mampu bersaing dan mendapatkan Juara 3 (kalah dari Spanyol). Adapun para pemain waktu itu masih berumur 15 tahun sesuai dengan kategori, dan dilatih oleh Coach Aples Tecuari mantan pemain Timnas Indonesia.

Menjadi Juara 3 sebetulnya di luar prediksi, dan tentunya menjadi kebanggaan karena turnamen IBER CUP tersebut adalah turnamen besar EROPA yang biasanya selalu digelar juga di Spanyol, Brasil dan Portugal. Bahkan Christiano Ronaldo adalah jebolan turnamen tersebut. Tidak salah jika IBER Cup ini menjadi target Ray Manurung dan Kemenpora.

Setelah pulang dari Portugal, seperti biasanya para pemain kembali ke kampung halamannya masing-masing. Four Brothers merasa bahwa anak-anak tersebut memiliki kualitas bermain sepak bola yang baik, dan sangat disayangkan jika mereka semua harus kembali ke kampung halamannya lagi dan bermain bola sekedarnya. Four brothers ingin agar anak-anak keluaran Timnas pelajar tersebut tetap berada di kota besar, dan bermain di level yang lebih tinggi setiap tahunnya.

Untuk itu di tahun 2019, Fourbrothers pun kembali menghubungi semua orang tua dari para pemain, agar mengizinkan anak-anaknya bergabung dengan Club yang akan didirikan oleh Four Brothers yakni Waanal Brothers FC. Atas persetujuan orang tua, maka sebagian besar anak-anak kembali dan bergabung dengan Waanal Brothers FC (WBFC).

Pada saat itu Ray, Joe, Jason dan Randy melihat bahwa para pemain tidak bisa dibawa berlatih ke Kota Timika, karena fasilitas latihan dan lawan tanding yang sangat minim. Bandung pun menjadi pilihan yang tepat untuk mendidik anak-anak WBFC, yang waktu itu masih berumur 15 tahun ke bawah karena banyak fasilitas lapangan dan juga lawan tanding dengan level yang sama bahkan lebih tinggi.

Adapun anak-anak asal Papua seperti Mikhael Tata, Adriano Manuri, Roben Pulanda, Marcello Buara, Ricky Youwe, Desman Wakerwa, Dony Yoku dan Marsha Msen kembali bergabung ke Bandung disusul rekan-rekannya yang lain yaitu Bahari (Bengkulu), Andryansa (Makassar), Tabernacle (Jabar), Timin (Ternate) dan Sahrul (Aceh).

Tahun demi tahun dilalui, WBFC terus berbenah dan melakukan seleksi pemain- pemain baru hingga bergabungnya para pemain asal Papua lainnya seperti Sawori, Cosmas, Adriel dari Jayapura, Elia dan Martin dari Timika serta pemain hasil seleksi lainnya seperti Alvin dari Solo dan Afrizal dari Jepara.

Tahun 2022, WBFC pertama kalinya ikut serta di Liga 3 zona Papua di bawah Pelatih Kepala Rochi Putiray. Di tahun 2022, Liga 3 memang menjadi salah satu tolok ukur yang paling beralasan untuk melihat, sejauhmana hasil dari latihan yang sudah dilakuakn. Melalui Liga 3 zona Papua, karir para pemain WBFC juga dimulai, walaupun tidak dituntut tahun itu menjadi Juara Liga 3, namun WBFC tetap serius melakoninya.

Management WBFC juga ingin mengajarkan kepada para pemainnya, untuk menikmati jalannya sebuah proses dalam mencapai keberhasilan. Untuk itu, Liga 3 adalah dasarnya dan liga 2 serta liga 1 menjadi target berikutnya. Memang pada tahun 2022 WBFC di Liga 3 Papua, hanya mampu berada di urutan ke 3.

Namun dengan materi pemain rata-rata usia 18 dan 19 tahun itu, adalah prestasi yang tetap membanggakan untuk management WBFC bahkan waktu itu Adriano dan Martin belum bisa ikut serta karena masih berumur 17 tahun.

Kembali ke Bandung, anak-anak WBFC tidak berhenti berlatih, bahkan lebih keras lagi dibanding tahun sebelumnya dalam mempersiapkan diri untuk kembali berlaga di Liga 3 Papua 2023.

Persiapan WBFC untuk liga 3 Papua 2023 bisa dikatakan sangat serius. Management WBFC bersama pelatih barunya Sahala Saragih, yang ditunjuk untuk meramu tim WBFC menjadi Champions di Liga 3 zona Papua 2023. Kombinasi pemain antara pemain muda dan senior yang direkrut oleh Sahala, membuat WBFC semakin kuat.

Kepemimpinan para pemain senior seperti Wahyu, Dwi, Sofian, Bubu, Gaus, Gofur, Dimas dan Lana sejak awal diharapkan mampu memberikan sumbangsih dan membina adik-adiknya saat bertanding di Liga 3 zona Papua.

Dalam 9 pertandingan, WBFC mencatatkan diri tak terkalahkan oleh 9 tim lainnya yang mengikuti kompetisi Liga 3 zona Papua 2023. Adriano dan Martin menjadi pemain termuda di Liga 3 Papua 2023 tersebut, yang berumur 18 tahun dan mendapatkan cukup banyak kesempatan bermain bersama Ruben dan Bahari.

Begitu juga dengan Marcello, Timin, Cosmas, Andriansya, Adriel, Desman yang diberikan kesempatan untuk bermain dan bahkan mereka mampu memberikan sumbangsih assist dan gol saat dipercayakan bermain oleh Coach Sahala.

Sangat terlihat kombinasi yang baik dan atmosfer persaingan yang sehat di dalam tubuh WBFC, hingga menghasilkan output yang baik pula yaitu Juara Liga 3 zona Papua 2023.

WBFC di Liga 3 Papua tahun ini tidak diperkuat capten team tahun lalu yaitu Mikhael Tata dan Tabernacle. Mikhael saat ini sudah ditransfer dan bermain untuk Persebaya yang sebelumnya juga bermain untuk arema Malang di Liga 1. Sementara Tabernacle mengikuti proses seleksi dan dari 300 peserta dia lolos serta masuk ke dalam tim utama St. Marrys Univ. Chelsea Foundation, sambil menimba ilmu secara formal dengan jurusan sport management di United Kingdom (Inggris).

Beberapa pemain dari WBFC juga dalam perjalanannya ada yang memutuskan untuk kembali ke Jayapura karena alasan keluarga, dan saat ini masih aktif bermain seperti Ricky Youwe di Persewar dan Sawori bermain untuk pra PON Papua.

Menariknya lagi, management WBFC mengarahkan semua pemainnya untuk tetap mengejar Pendidikan Formal, dan semua dibiayai oleh beasiswa dari WBFC.

Dibentuk juga akademi WBFC U-11 dan U-14, dimana U-14 akan dijadawalkan kembali bertanding di IBER CUP Portugal tahun depan.

Sudah jelas WBFC bukanlah Club yang berorientasi pada uang ataupun bisnis. WBFC adalah club yang memprioritaskan pembentukan karakter para pemain bola asal Papua khususnya dan nusantara pada umumnya, sebagaimana WBFC juga berjalan dengan dasar Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tapi tetap satu.

(Penulis : Humas WBFC | Editor : Sianturi)

  • Bagikan