Misa Malam Paskah di Gereja St. Petrus SP 1, Pastor Andreas Madya Ajak Umat Jalin Persatuan

Antar Papua
Suasana Umat Katolik Gereja St. Petrus SP 1 Distrik Wania, Kabupaten Mimika - Provinsi Papua Tengah, saat menerima Komuni, Sabtu (8/4/2023). (Foto: Anis/APN)

Timika, APN – Pastor Andreas Madya, SCJ memimpin misa malam paskah di Gereja St. Petrus SP 1 Distrik Wania, Kabupaten Mimika – Provinsi Papua Tengah, Sabtu (8/3/2023). Pada kesempatan itu Pastor Andreas Madya, SCJ mengajak umat katolik jalin persatuan.

Dalam khotbahnya, Pastor Andreas malam Paskah adalah malam yang paling kudus. Dimana Kristus bangkit dari kematian, kematian itu dikalahkan dengan kehidupan yang istimewa.

Paskah adalah pembebasan manusia yang berdosa, telah dibebaskan dari hukuman dosa dari kemtian dan telah dipersatukan dengan kristus

“Kemanuasian kita yang lama itu sudah disalibkan bersama dengan Yesus Kristus, berarti kita tinggalkan manusia lama, misalnya rasa benci, rasa dendam, bermusuhan, perpecahan dan sebagainya. Sekarang memasuki era yang baru, manusia baru dalam Kristus Yesus. Maka paskah bermakna bagi kita, kalau kita hidup sebagai Anak Allah,” ungkap Pastor Andreas.

Pastor berharap, umat Katolik di Keuskupan Timika, harus tetap berteguh dan tetap menjalin kebersamaaan. Karena kadang sering terjadi perpisahan oleh permusuhan, karena masih dikuasai manusia lama.

“Pesan untuk umat katolik bahwa kita semua dipersatuakan dalam gereja katolik, dan ini sungguh – sungguh dipanggil untuk menjalin persatuan,” ungkapnya.

Lanjutnya, karena karya penebusan Allah. Allah yang menyelamatkan manusia itu sungguh sampai puncaknya yang diperingati pada malam hari ini.

Dikatakan Pastor Andreas, Bagaimana Allah sendiri telah mengutus Yesus Putra – Nya sampai menderita dalam kesangsaraannya, sampai mati, Maka malam hari ini kita memperingati kemenangan hidup atas kematian itu.

Jadi pada malam hari inilah, puncak dari segala malam.

Penulis: AnisEditor: Sani