Pelaku Pengrusakan Patung Bunda Maria di Goa Gereja Katedral Tiga Raja Diduga ODGJ

  • Bagikan
Sakit Kejiwaan Abepura, Provinsi Papua, dr. Izak Samay, SpKj didampingi Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra saat menyampaikan hasil pemeriksaan pelaku pengerusakan patung Bunda Maria, Minggu (29/10/2023). Foto: Acel/Antarpapua.com

Timika, Antarpapua.com – YK yang merupakan pelaku pengrusakan patung Bunda Maria di Goa Gereja Katedral Tiga Raja Timika pada, Jumat (27/10/2023) sekitar pukul 03:30 WIT ternyata diduga merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

YK divonis sebagai ODGJ berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dokter kejiwaan Rumah Sakit Kejiwaan Abepura, Provinsi Papua, dr Izak Samay, SpKj yang ditangkap oleh Polres Mimika.

“Jadi perlu saya sampaikan bahwa, terkat pelaku ini sudah diperiksa kurang lebih dua jam lamanya dan benar bahwa YK merupakan ODGJ,” ungkap dr. Izak Samay, SpKj kepada Antarpapua.com, Minggu (29/10/2023) saat diwawancarai di Hotel Horison Ultima.

Ia mengucapkan terimakasih kepada pihak Polres Mimika, yang telah mengundang dirinya untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku YK yang diduga ODGJ tersebut.

“Telah diperiksa dan memang mengalami hal itu. Porses pemeriksaan bukan singkat,namun dilakukan secara serius karena ODGJ hari ini sakit langsung melakukan suatu perbuatan, tetapi memiliki rentetan penyakit yang cukup panjang. Pengrusakan patung Bunda Maria merupakan puncak ODGJ berinisial YK,” katanya.

Lanjut dr. Izak Samay bahwa, terkait masalah ini masyarakat harus bijaksana dalam menyikapi hal-hal, yang berhubungan dengan ODGJ lantaran bisa menjadi pemicu konflik di masyarakat.

Baca Juga |  Rumah Singgah Hanya Diperuntukkan Bagi Anak-anak Terlantar

“Saya harap ke depan penanganan kasus secara komprehensif terhadap ODGJ, harus segera dilakukan dengan melibatkan OPD teknis bekerjasama dengan TNI-Polri untuk membentuk Satgas.

Lanjutnya, kolaborasi memerangi ODGJ ini sangat penting, menimbang adanya ODGJ menjadi sasaran utama dan pemicu sebuah konflik di suatu daerah salah satunya di Mimika,” ujarnya.

dr Izak Samay mengajak masyarakat Mimika agar menyikap segala isu yang berkembang di media sosial, karena ini penting untuk mengedukasi masyarakat secara keseluruhan sebelum dipublis.

“Pastikan kebenarannya dulu baru dipublis guna menjaga stabilitas keamanan di daerah kita agar tetap kondusif,” katanya.

Dikatakan, ODGJ seperti dialami pelaku YK tidak mengalami kognisi soal pintar, mengnalisa, menghitung, sama sekali tidak terganggu. Dia terganggu dalam pola pikir.

“Artinya apa yang dia percaya itu sudah yang dia ikuti. ODGJ kan bukan hanya tinggal di jalanan, tetapi juga ada terlihat normal hanya saja dalam berfikir saja yang terganggu. Dan ini akan merujuk pada sifat dan tingkah laku,” jelas dr. Izak Samay.

Sementara Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, SIK pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa, hasil pemeriksaan ahli berkaitan dengan kondisi YK mengalami ODGJ.

Baca Juga |  Dinsos Mimika Upayakan Pembangunan Rumah Singgah, 2023 Mendatang

Untuk langkah selanjutnya, kasus ini akan dikomunikasikan dengan pihak Kejaksaan, Pemda Mimika, karena ODGJ juga merupakan masyarakat yang harus dijaga.

“Tanggungjawab kita selanjutnya adalah melakukan pengobatan, perawatan agar pelaku pengrusakan patung Bunda Maria ini dipulihkan,” katanya.

Kata Kapolres, terkait dengan koordinasi dengan pihak keluarga dan pihak gereja telah dilakukan secara intensif. Keluarga juga telah meminta maaf kepada pihak gereja dalam hal ini para pastor.

“Kami juga sudah bertemu dengan pihak gereja untuk menyampaikan hasil pemeriksaan pelaku pengrusakan patung Bunda Maria,” katanya.

Ditambahkan, jika nantinya pelaku diproses lebih lanjut maka, akan kita tempatkan dan dibina secara khusus untuk menghindari segala sesuatu yang terjadi nantinya,” pungkas I Gede Putra.

(Penulis : Acel | Editor : Sianturi)

  • Bagikan