Timika, APN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, tahun ini akan melanjutkan lagi sambungan air bersih, untuk 7 ribu hingga 8 ribu rumah di Timika.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika Robert Mayaut mengatakan, sebenarnya PUPR mengajukan sambungan air bersih untuk 17 ribu rumah, dengan nilai sebesar Rp 200 miliar, tetapi anggaran yang dialokasikan dalam dokumen pelaksana anggaran (DPA) PUPR hanya Rp 65 miliar.
“Anggaran sebesar Rp 65 miliar itu yang akan kami kelola di tahun ini, untuk membangun 7 sampai 8 ribu sambungan air bersih,” ungkap Robert kepada wartawan, saat ditemui di Hotel Swiss Belinn, Jalan Cenderawasih, Rabu (14/6/2023).
Menurut Robert, dengan sambungan 17 ribu masyarakat sudah bisa merasakan air bersih.
“Target kita minimal 17 ribu sambungan air bersih terpasang baru bisa jalan. Kalau di bawah 17 ribu sesuai perhitungan kita pemerintah akan nombok, karena untuk menjalankan air bersih ini diperlukan bahan bakar minyak (BBM), kebutuhan listrik serta maintenancenya dalam sebulan mencapai Rp 2 miliar. Dan untuk meng-cover pengeluaran itu minimal 17 ribu sambungan,” ujar Robert.
Dan, sambung Robert untuk mengelola air bersih tersebut diperlukan pihak ketiga sebagai pengelola.
“Harus ada pihak ketiga sebagai pengelola, atau pemerintah bisa membentuk perusahaan daerah (Perusda) untuk mengelolanya, ” ujarnya.