Satgas Ops Damai Cartenz Tewaskan Satu Anggota KKB di Paniai dan Evakuasi Satu Jenazah di Udigimi. Inilah Catatan Kriminal KKB Undius Kogoya

Antar Papua
Satgas Ops Damai Cartenz 2024 saat melakukan evakuasi korban. (Foto: Humas Satgas Ops Damai Cartenz 2024/Antarpapua.com)

Timika, Antarpapua.com – Operasi penegakan hukum yang dilakukan oleh Satgas Ops Damai Cartenz-2024 dan pasukan gabungan TNI-Polri, terhadap markas KKB di Distrik Bibida, Kabupaten Paniai berhasil menewaskan satu orang angggota KKB.

Sementara itu pada saat pasukan melakukan pengejaran dan penyisiran di Udigimi ternyata ditemukan satu jenazah lagi. Sehingga total jumlah jenazah yang dievakuasi adalah dua jenazah.

Ka Ops Damai Cartenz 2024 Kombes Pol Dr Faizal Ramadhani,dalam keterangannya,Senin (17/6/2024) mengatakan dari hasil indentifikasi yang dilakukan terhadap jenazah tersebut, diperoleh hasil bahwa salah satu KKB yang tewas bernama Danis Murib alias Baganiok Murib.

“Ya benar, kami telah berhasil melumpuhkan satu anggota KKB kelompok Undius Kogoya. Diduga identitasnya sebagai Danis Murib alias Baganiok Murib ” kata Faizal

Sementara itu, Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Danis Murib alias Baganiok Murib, merupakan anggota aktif dari KKB Tenius Waker dan Undius Kogoya yang selama tiga bulan terakhir ini aktif melakukan gangguan kamtibmas di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.

“Ya benar, saat ini kedua jenazah sudah berada di RSUD Paniai. Sore ini satu jenazah KKB telah berhasil kami identifikasi diduga bernama Danis Murib alias Baganiok Murib (DM) alias (BM). DM alias BM merupakan anggota aktif dari Tenius Waker dan Undius Kogoya. Jenazah DM alias BM ditemukan menggunakan kaos hitam dengan atribut KKB. DM alias BM mengalami luka tembak di bagian dada. DM alias BM merupakan KKB dari Intan Jaya yang selama 3 bulan terakhir ini aktif melakukan gangguan-gangguan kamtibmas di Paniai.” Kata Bayu

Bayu menjelaskan bahwa untuk jenazah kedua masih proses visum oleh dokter di RSUD Paniai.

“Ya benar, saat ini 1 jenazah masih belum dapat kami identifikasi. Jenazah saat ditemukan menggunakan kaos biru dan celana hijau dengan kondisi luka memar di beberapa bagian tubuh dan luka terbuka di bagian punggung dan ketiak kanan. Kemungkinan karena tusukan benda tajam.”kata Bayu

Bayu menjelaskan, KKB pimpinan Undius Kogoya dikenal sebagai salah satu kelompok yang sering melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil di Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Paniai.

Kelompok ini sering kali melakukan penyerangan terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan, termasuk juga melakukan pembakaran terhadap fasilitas umum sehingga merugikan masyarakat setempat.

Baca Juga |  Dua Anggota KKB Ditembak Mati TNI-Polri di Tembagapura, ini Identitasnya

“Kemungkinan jenazah kedua adalah masyarakat sipil yg bertemu dengan KKB Undius Kogoya di sekitar Udigimi dan Bibida saat mereka melarikan diri dari kejaran pasukan TNI Polri. Sehingga dibunuh agar tidak memberi informasi kepada kami. Namun hal ini akan tetap kami lakukan penyelidikan lebih lanjut.” ungkap Bayu

Lebih lanjut Bayu menjelaskan tentang Catatan Kriminal dari KKB Undius Kogoya sebagai berikut, Pertam p ada 8 Agustus 2020, melakukan serentetan tembakan di wilayah Kampung Oesiga, Kabupaten Intan Jaya, dalam peristiwa tidak ada korban jiwa.

Kedua pada tanggal 15 Agustus 2020, melakukan penembakan terhadap tukang ojek di Intan Jaya, yang mana dalam peristiwa itu tukang ojek bernama Laode Janudin tewas dilokasi kejadian.

Ketiga pada tanggal 18 Agustus 2020, kembali melakukan Pembakaran terhadap alat berat di Intan Jaya hingga menyebabkan hangus terbakar.

Keempat pada tanggal 14 September 2020, melakukan Penembakan terhadap dua orang tukang ojek yaitu La Ode dan Fatur di Distrik Sugapa Intan Jaya, akibatnya, kedua korban mengalami luka-luka.

Kelima pada tanggal 17 September 2020, kembali lagi melakukan penganiayaan terhadap masyarakat sipil di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, hingga menyebabkan seorang warga bernama Badawi meninggal dunia.

Keenam pada tanggal 17 September 2020, terlibat dalam kontak tembak dengan personel Satgas Apter Hitadipa di Kampung Sugapa Lama, hingga menyebabkan Serka Sahlan meninggal dunia.

Ketujuh pada tanggal 18 September 2020, melakukan penembakan terhadap pesawat yang akan mengevakuasi Serka Sahlan di Intan Jaya.

Kedelapan pada tanggal 19 September 2020, kontak tembak dengan personel Satgas Apter Hitadipa di Kampung Hitadipa, Intan Jaya hingga menyebabkan Pratu Dwi Akbar meninggal dunia. Kemudian kembali lagi melakukan kontak tembak dengan personel Koramil persiapan Hitadipa, akibatntya pendeta Yeremias Y tewas tertembak.

Kesembilan pada tanggal 23 September 2020, lagi-lagi melakukan Penembakan terhadap aparat keamanan di depan kantor Bupati Intan Jaya.

Kesepuluh pada tanggal 25 September 2020, Kontak tembak dengan aparat TNI di Bandara Sugapa.

Kesebelas pada tanggal 30 September 2020, melakukan aksi penembakan terhadap Mapolsek Sugapa.

Keduabelas pada tanggal 4 Oktober 2020, melakukan aksi penembakan terhadap rombongan Dir Krimum dan Dasat Brimob di Distrik Sugapa.

Ketigabelas pada tanggal 5 Oktober 2020, kembali lagi melakukan kontak tembak dengan personel TNI/Polri di Kodim Apter Distrik Sugapa.

Baca Juga |  Tersangka Baru dalam Kasus Jual Beli Senjata Api di Jayapura Berhasil Ditangkap Satgas Damai Cartenz-2024

Keempatbelas pada tanggal 7 Oktober 2020, melakukan aksi penembakan oleh terhadap pewarta Agustinus Duwitau di Damogoa hingga terluka.

Kelimabelas pada tanggal 8 Oktober 2020, melakukan aksi penembakan terhadap pesawat di Bandara Bilogai Intan Jaya.

Keenambelas pada tanggal 9 Oktober 2020, melakukan aksi penembakan terhadap rombongan Tim Pencari Fakta Kemenkopolhukam di Distrik Sugapa, atas kejadian tersebut, anggota TPF Bambang terluka dan Sertu Faisal dan Pratu Ginanjar terluka.

Ketujubelas pada tanggal 30 Maret 2022, Undius Kogoya dan Aibon Kogoya kembali melakukan pembakaran gedung sekolah dan hingga menganiaya dua warga sipil di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Kedelapanbelas pada tanggal 18 Juli 2023, melakukan penembakan pesawat Smart Aviation yang dipiloti Kapten M Farhan dan Wahyu sebagai copilot dengan mengangkut tujuh anggota Brimob dari Bandara Moses Kilangin di Kabupaten Mimika dengan tujuan Distrik Homeyo.

Kesembilanbelas pada tanggal 30 April 2024, lagi-lagi melakukan penyerangan ke Mapolsek Homeyo dan pembakaran gedung bangunan SDN Inpres Pogapa akibatnya, 1 masyarakat sipil suku toraja menjadi korban atas nama Aleksander Parapak (20) laki-laki, meninggal dunia.

Keduapuluh pada tanggal 21 Mei 2024, melakukan Pembakaran Kios dan Penembakan Warung hingga Pembakaran Sekolah di Distrik Paniai Timur.

Keduapuluh satu pada tanggal 11 Juni 2024, melakukan penembakan dan pembakaran mobil serta jasad korban atas nama Rusli di Kampung Timida, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

AKBP Dr. Bayu Suseno menegaskan, Satgas Ops Damai Cartenz-2024 akan terus melakukan Penindakan dan Penegakan Hukum terhadap KKB di Papua yang masih terus melakukan Aksi Kriminal terhadap Masyarakat Sipil.

“Kami konsisten utk melakukan penegakan hukum terhadap KKB yg aktif melakukan gangguan kamtibmas di Papua” kata Bayu. (Marsel Balawanga)

Cek juga berita-berita Antarpapua.com di Google News