Tangani Covid-19, Shelter Dipersiapkan Jadi Klinik Darurat

Antar Papua
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat tinjau shelter di Jalan Charitas SP-2, Selasa (29/9)

Timika, antarpapuanews.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, berencana membuat shelter yang terletak di Jalan Charitas SP 2 menjadi sebuah klinik darurat.


Membludaknya pasien covid-19 di Kabupaten Mimika, membuat pemkab kebingungan, pasalnya saat ini RSUD maupun RSMM serta beberapa tempat yang digunakan sebagai penampungan penuh sesak.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan saat ini pihaknya berencana mengubah shelter yang terletak di Jl.Charitas menjadi sebuah RS Darurat. Sehingga rumah sakit (RSMM dan RSUD) tidak penuh.


“Okupansi RSUD dan RSMM penuh, sehingga kita harus membuat langkah-langkah dengan membuat klinik darurat. Jadi pasien dengan gejala sedang kami pindahkan ke sini (Shelter) untuk penanganan lebih lanjut. Jadi yang berada di RSUD dan RSMM itu yang berat saja,” ujarnya. Saat ditemui wartawan di Shelter, Selasa (29/9).


Wabup melanjutkan sebelumnya pihaknya memilih Puskesmas Mapurujaya sebagai alternatif klinik darurat, akan tetapi karena adanya penolakan yang dilakukan oleh warga setempat. Pihaknya pun mencari alternatif lain salah satunya adalah pengunaan shelter tersebut.

Baca Juga |  Hingga Agustus Penerimaan Negara di Mimika Capai 83,61 persen dari Target


Menurut John shelter akan dirombak menyesuaikan fungsinya, untuk itu Ia meminta, Organisasi Perangakat Daerah (OPD) terkait yakni Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan untuk melakukan perbaikan shelter dengan waktu dua minggu.

Shelter yang nantinya akan dijadikan sebagai klinik darurat penanganan Covid-19


Wabup menjelaskan bahwa kondisi yang ada pada shelter saat ini sangat perlu untuk dilakukan perbaikan. Hal tersebut dari hasil tinjauannya banyak terdapat kerusakan-kerusakan dan adanya kebocoran.


“Waktunya dua minggu tetapi nanti kita lihat kedepan seperti apa, saya berharap bisa lebih cepat,” jelasnya.
Wabup mengungkapkan bahwa langkah yang dilakukan saat ini adalah upaya agar bagaimana rumah sakit tidak penuh. Jhon mengaku pemkab Mimika sudah berkoordinasi dengan Freeport terkait dengan penggunaan mile 38.


“Di 38 juga sudah penuh, bahkan mereka menggunakan tenda,” jelasnya.
Wabup berharap nantinya setelah direnovasi Shelter bisa mencukupi tempatnya sehingga Pemerintah tidak perlu bingung mencari tempat lagi dan tidak ada lagi penambahan pasien covid-19 di Mimika.

Baca Juga |  Kemenhub Siapkan Aplikasi SITOLAUT Dukung Ekonomi Rakyat


“Kapasitas di Shelter ini total ada 42 kamar, kedepan akan kita atur bagaimana baiknya,”
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynol Ubra mengatakan klinik darurat ini nantinya juga akan ditangani oleh tenaga ahli kesehatan mulai dari dokter ahli, perawat, bidan hingga bagian kebersihan (Cleaning service).
“Nantinya kami (Dinkes) juga akan menyiapkan tenaga ahli, meliputi dokter ahli penyakit dalam, dokter umum, paramedis dan tenaga penunjang kesehatan lainnya,” (Aji).