Tangis Haru Warga Kampung Waa Banti Pecah Saat Satgas Yonif Raider 631/Atg Akhiri Masa Tugasnya

  • Bagikan
Suasana perpisahan warga Kampung Waa Banti dan anggota Satgas Yonif 631/Atg, Selasa (19/12/2023). Foto: Humas Satgas Yonif Raider 631/Atg for Antarpapua.com

Timika, Antarpapua.com– Tangis haru warga Kampung Waa Banti, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah pecah saat acara perpisahan dengan Satgas Objektivitas Nasional PT Freeport Indonesia Yonif Raider 631/Atg.

Diketahui, Satgas Yonif Raider 631/Atg dari kota Cantik Palangka Raya, Kalimantan Tengah telah bertugas di Mimika selama 9 bulan.

Dansatgas Pamovitnas PT. FI Yonif 631/Atg, Letkol Inf Dwi Harry Wibowo menyampaikan bahwa, tangis haru masyarakat mengiringi kepergian prajurit merupakan wujud nyata kedekatan prajurit dengan masyarakat, khususnya yang ada di Desa Waa Banti.

“Warga sengaja hadir dan berkumpul melepas para prajurit Ksatria Antang memberikan ucapan selamat jalan,” ungkap Letkol Inf Dwi Harry kepada Antarpapua.com, Selasa (19/12/2023).

Baca Juga |  Bakal Purna Tugas di Mimika, Personel Satgas Yonif R 631/Atg Dikunjungi Brigjen TNI Agus Widodo

Ia menyebut, sebenarnya bukan tangis ini yang pihaknya harapkan, tetapi mungkin inilah bentuk bahwa hubungan emosional para anggota Satgas Yonif 631/Atg Pos Banti kepada masyarakat, yang selama ini sudah terbentuk dengan baik.

Kedekatan ini juga merupakan bagian dari program keluarga asuh prajurit, menjadikan suatu keluarga baru bagi mereka.

“Kepulangan kami ke satuan membuat mereka merasa kehilangan dan terharu, karena bagian dari keluarganya akan meninggalkan Waa Banti,” tuturnya.

Dirinya mewakili seluruh anggota Satgas Yonif 631/Atg Pos Banti memohon maaf kepada warga, jika berbuat salah, sampai jumpa di lain kesempatan.

Sementara itu, Tokoh Perempuan Kampung Waa Banti, Martina Natkime (53) mengungkapkan rasa sedih dan kehilangan atas selesainya tugas Satgas di daerahnya.

Baca Juga |  Satgas Yonif Raider 631/Atg Berikan Vitamin dan Penyuluhan Kesehatan

“Kami merasa sedih, ketika harus berpisah dengan teman-teman TNI Pos Banti. Kami anggap seperti anak saudara sendiri, mereka selalu ada buat kami dan selalu membantu kami dalam setiap kesulitan yang kami alami,” singkat Mama Martina kerap disapa.

(Penulis : Acel | Editor : Sianturi)

  • Bagikan