Jakarta, 27 Maret 2025 — Menjelang arus mudik Lebaran 2025, permintaan tiket pesawat melonjak drastis. Akibatnya, banyak masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket ekonomi. Kondisi ini pun menjadi perhatian serius Komisi V DPR RI.
Anggota Komisi V DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, dalam keterangan persnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/3/2025), menyampaikan bahwa tiket kelas ekonomi untuk mudik sudah habis terjual. Berdasarkan laporan yang ia terima, mayoritas tiket yang masih tersedia hanya kelas bisnis dengan harga yang sangat tinggi, yakni antara Rp4 juta hingga Rp5 juta, sehingga memberatkan masyarakat.
“Saya menerima banyak sekali keluhan terkait tiket pesawat. Masyarakat menjerit karena tiket ekonomi habis, sementara yang tersedia hanya kelas bisnis yang harganya sangat mahal. Ini jelas tidak terjangkau,” kata Yanuar.
Ia mendesak para direksi maskapai penerbangan agar benar-benar turun tangan memantau kondisi di lapangan. Selain itu, ia menekankan agar maskapai tidak menjual tiket melebihi Tiket Batas Atas (TBA) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Harapan saya, para direksi maskapai bisa memastikan harga tiket tidak melampaui batas atas. Pemerintah sudah memberikan insentif berupa diskon tarif, yaitu PPN 6% ditanggung pemerintah dan diskon airport tax sebesar 5%. Ini harus benar-benar direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh penumpang,” ujarnya.
Yanuar juga meminta Kementerian Perhubungan dan pengelola bandara untuk segera menambah jadwal penerbangan atau menghadirkan extra flight, terutama menjelang arus balik yang diprediksi mencapai puncaknya pada 6-7 April 2025.
“Kami sangat berharap ada penambahan penerbangan, bahkan jika perlu dilakukan pada jam berapa pun. Itu akan sangat membantu masyarakat kembali ke kota masing-masing dengan harga tiket yang lebih terjangkau,” tegasnya.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara pemerintah dan pihak maskapai dalam menjamin kelancaran dan keterjangkauan mudik bagi masyarakat luas. (Redaksi)