Jayapura, Antarpapua.com – Pondok Natal menjadi salah satu tradisi unik yang dirayakan masyarakat Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, setiap menjelang perayaan Natal. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan semangat keagamaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antar warga.
Adi, salah seorang warga Sentani, menjelaskan bahwa Pondok Natal dibangun sebagai simbol penyambutan kelahiran Yesus Kristus.
“Pondok Natal ini kami bangun bersama keluarga dan tetangga. Biasanya terbuat dari kayu dan dihias dengan daun sagu atau pohon kelapa. Pondok ini menjadi tempat kami berkumpul, berdoa, dan berbagi cerita selama masa Advent,” ujar Adi.
Menurutnya, tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan selalu menjadi momen yang dinantikan.
David, seorang tokoh pemuda setempat, menambahkan bahwa pembangunan Pondok Natal melibatkan semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Kami bekerja sama mulai dari pagi hingga malam untuk membuat pondok ini terlihat indah dan penuh makna. Dalam proses ini, kami belajar tentang nilai gotong-royong dan saling membantu,” kata David.
Oman, seorang pemuda menjelaskan bahwa Pondok Natal digunakan untuk ibadah bersama, menyanyikan lagu-lagu pujian, dan berbagi makanan tradisional.
“Kami percaya bahwa Natal bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama. Tradisi ini mengajarkan kami untuk hidup sederhana dan saling berbagi,” ungkap Oman.
Selama masa Natal, Pondok Natal menjadi daya tarik tersendiri di Sentani. Banyak orang luar yang tertarik menyaksikan keunikan tradisi ini.
“Kami senang jika tradisi kami dikenal luas. Ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan keramahan dan budaya kami kepada dunia luar,” tambahnya.
Tradisi Pondok Natal di Sentani tidak hanya menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Melalui kebersamaan, semangat gotong-royong, dan pesan kasih Natal, tradisi ini terus menjadi warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Sentani. (Redaksi)